18 Juli 2013

Ketahuilah, Kepribadian bisa dilihat melalui bahasa tulisan

Akhir-akhir ini rasanya terlalu banyak konflik di semua kehidupan Indonesia, opini pun berserakan di media massa baik melalui koran, TV, maupun media internet seperti sosial media dan blog. Mirisnya terkadang opini-opini tersebut menggunakan bahasa yg terkadang tak manusiawi. Dan parahnya, komentar-komentar yg ada pun lebih tak manusiawi.
Tahukah kamu wahai teman bahwa,
Kepribadian dan Karakter Kita akan terpancar dalam tulisan, baik postingan maupun komentar. Siapakah diri kita akan tercermin, baik sadar maupun tidak sadar kita telah membuka diri pada pembaca siapa diri kita.

Lewat kekuatan tulisan kita tidak bisa membaca bahasa tubuh dan tidak bisa merasakan getaran aura yang dimiliki seseorang, apakah orang itu auranya terang, redup, atau kelam.  Namun,  dengan membaca tulisan kita bisa menilai kepribadian dan karakter seseorang.  Apakah orang itu berkepribadian mulia, anggun, bisa dipercaya, suka mengekor perkataan orang, atau teguh pendiriannya.  Dari Tulisan pula bisa diketahui apakah orang itu kemampuannya dalam mengubah tulisan adalah seorang konseptor, motivator, atau seorang praktiker saja. Dalam tulisan juga akan diketahui orang itu berpikir dengan sungguh-sungguh atau asal tulis saja. Bahkan tulisan juga akan bisa menipu kita, menyangka orang dengan image tulisannya.

Teman-temanku, 
Mari Jangan lupakan kepribadian kita saat menulis baik postingan maupun komentaran.  Pribadi yang jujur akan mengatakan yang sebenarnya, karena kebohongan itu sedikit ditambah sedikit akhirnya akan jadi gunung kebohongan dan si pembohong akan sangat sulit nantinya menutupi lobang-lobang kebohongan itu.  Karena manusia punya sifat kelemahan, dalam keadaan tidak sadar dia mengungkapkan kebohongannya sendiri,  seringnya bukan orang lain yang mengungkapkan kebohongan itu tapi dirinya sendiri, karena alam bawah sadar tak bisa dimanipulasi…dengan jujur diungkapkan hatinya dan keadaannya yang terdalam.

Jangan korbankan diri kita demi meraih eksistensi dan ketenaran.  Kita bisa lupa karena mengejar target tulisan,  bisa lupa bahwa dangkal atau dalamnya kajian yang kita sajikan akan membuat kita jadi korban kebodohan diri sendiri. Orang akan tahu ilmu pengetahuan kita dangkal, analisa kita dangkal, dan cara berpikir kita dangkal bahkan mungkin tidak berada dalam framenya.  
Hanya demi mengejar target ketenaran menulis, lalu lupa semua kaidah itu.  Bahwa menulis membagi pengetahuan dan pengetahuan itu harus yang benar, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan.  Jangan sampai kita menuai dosa karena telah menggiring opini yang salah pada orang banyak.  Bukankah menulis ingin menuai pahala amal ibadah, jadi pikirkanlah apa isi tulisan kita sekali lagi.  Tak perlu ingin dibaca banyak orang,  namun gantilah dengan pemikiran semoga bermanfaat bagi orang, walaupun itu hanya satu orang saja.  Akan lebih berpahala dibanding dibaca ribuan orang namun mengandung dosa.

Demikian pula ketika berkomentar, apakah komentar kita bermanfaat, diisi keikhlasan dan kesungguh-sungguhan?
Mari mulai sekarang kita berhati-hati dan belajar jadi komentator yang baik, yang ikhlas pada si penulisnya, dan jangan terjebak dalam kemelut berpikir.  Mari kita ingat, bahwa  kepribadian dan karakter kita juga akan muncul dalam bahasa tulisan kita.  Apakah kita orang yang santun, penyabar, penuh perhatian, suka mendengarkan orang lain, atau sebaliknya orang yang asal bunyi, orang yang kasar pemarah, suka pamer, sombong, sok pintar, suka menggurui,  dan banyak sifat lainnya…Teman-teman kita akan menilai siapakah kita, dan mereka akan membentuk dirinya like atau dislike pada kita.

Barangkali di dunia maya, pentingnya identitas asli atau tidak, itu sudah khas dunia maya…namun, secara naluriah, manusia kemudian akan tiba pada tahap ingin mengenal lebih jauh, karena sudah terbina komunikasi hubungan yang baik.  Rasa penasaran akan muncul, siapakah engkau sahabatku ?
Jadi sekali lagi walau di dunia maya saya ingin kita saling mengingatkan bahwa kepribadian dan karakter kita akan terpancar dalam tulisan kita.

Keilmuan besar kecilnya, pendidikan rendah tingginya bukan suatu syarat pengaruh bila seseorang menulis dengan jujur, dengan hati nurani, dengan kesungguh-sungguhan…
Kita semua manusia punya sisi kemanusiaan, tak perlu semua orang jadi profesor untuk bisa menulis yang menginspirasi dan memotivasi…
Tentu saja semua orang bisa …bisa menulis…silakan menulis…tapi jangan lupakan kepribadian kita saat menulis,  jangan nanti dikira konyol dianggap ingin mencari ketenaran dan eksistensi…padahal itu semua  semu.

Yuk mulai bijak memikirkan setiap kalimat yg keluar melalui mulut maupun tangan kita.... ingat bahwa semua itu akan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak...

Berkata yg bermanfaat atau diam (al hadist)


Semoga bermanfaat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar